
POLMAN, AKARNEWS.ID – Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (Disbuntarnak) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggandeng pihak swasta, yakni PT. Maxxi Agri, dalam melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama ulat pada tanaman bawang milik petani.
Kegiatan kolaborasi ini dilaksanakan di lahan pertanian Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polman dengan melibatkan Kelompok Tani Utama Berkah, pada Senin (6/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, para petani bersama jajaran dinas melakukan penyemprotan secara massal di area lahan seluas empat hektare. Proses penyemprotan ini menggunakan empat jenis insektisida ampuh yang seluruhnya difasilitasi oleh PT. Maxxi Agri.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Polman, Muhammad Yunus, menyampaikan bahwa langkah responsif ini dilakukan untuk melindungi tanaman bawang dari kerusakan fatal akibat serangan hama ulat, sehingga kesejahteraan petani tetap terjaga.
”Gerakan ini merupakan langkah antisipasi cepat kami untuk menekan dan mengendalikan tingkat serangan hama ulat pada tanaman bawang. Tujuan utamanya tentu untuk menyelamatkan tanaman dan memastikan agar hasil produksi petani kita tetap maksimal saat panen nanti,” ujar Muhammad Yunus di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Yunus mengakui bahwa intensitas program Gerdal dari pemerintah daerah pada tahun ini sangat terbatas. Hal ini tidak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berjalan di lingkup Pemkab Polman.
”Harus kita akui, pelaksanaan Gerdal yang didanai pemerintah tahun ini cukup terbatas karena adanya efisiensi anggaran di Pemda. Namun, kami tentu tidak boleh tinggal diam melihat kendala di lapangan. Sebagai solusi, kami merespons kondisi ini dengan menggandeng PT Maxxi Agri agar para petani tetap bisa mendapatkan bantuan penyemprotan hama secara maksimal,” jelas Yunus.
Kehadiran pemerintah daerah dan pihak swasta di tengah lahan pertanian ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Ketua Kelompok Tani Utama Berkah, Hadi, mengaku bersyukur dan sangat terbantu dengan adanya gerakan pengendalian hama tersebut.
”Alhamdulillah pak, kami sangat terbantu dengan adanya Dinas dan PT. Maxxi hadir di sini melakukan penyemprotan ke lahan kami. Kami berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut,” ungkap Hadi.
Langkah sinergis antara pemerintah dan pihak swasta ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelesaian masalah pertanian lainnya di Kabupaten Polman, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah. (*)


Tidak ada komentar