LMND Majene Kecam Aksi Kekerasan Oknum Polisi Tendang Demonstran

Avatar photo
AKAR NEWS
3 Okt 2024 16:32
3 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Lingkar Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Majene mengecam oknum aparat kepolisian yang melakukan aksi kekerasan terhadap massa aksi saat unjuk rasa di Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Barat pada Rabu (2/10/2024).

Dalam video yang beredar, aparat kepolisian menendang pengunjuk rasa saat massa aksi memaksa masuk ke dalam kantor gubernur Sulbar.

Ketua LMND Kabupaten Majene Ardian mengatakan, aparat kepolisian dalam melakukan pengamanan unjuk rasa tidak boleh melakukan kekerasan terhadap massa aksi apapun bentuknya.

“Kami menganggap bahwa kinerja Kapolda Sulawesi barat tidak becus dalam memberikan instruksi yang baik bagi anggotanya. Maka kami mengutuk keras aksi kekerasan tersebut, apapun bentuknya tidak boleh ada kekerasan sebab di kepolisian jelas Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan unjuk rasa” ungkap Ardian kepada Akarnews.id, Kamis, (3/10/2024).

“Sangat jelas dalam video beberapa oknum aparat kepolisian yang melakukan tendangan kepada Ketua Wilayah LMND Provinsi Sulbar, Muh Rijal. Maka kami sebagai pimpinan lembaga LMND EK Kabupaten Majene meminta kepada Polda Sulbar untuk segera menindak tegas oknum aparat tersebut” sambungnya

Lebih lanjut, ia mengatakan bila aksi kekerasan oknum aparat terus dibiarkan, hal ini akan menambah citra kepolisian semakin buruk.

“Mestinya pihak keamanan ( lembaga kepolisian) hanya sekedar menjaga ketertiban aksi, bukan malah menjadi tameng bagi PJ gubernur Sulawesi Barat yang sampai saat ini belum juga punya itikad baik untuk menemui massa aksi, padahal pada isi tuntutannya berbicara persoalan Maslah di Sulawesi Barat” katanya.

“Putus sekolah, kemiskinan,stunting dan pengalokasian dana yang seharusnya di gunakan untuk membayar utang pemprov terhadap masyarakat Tampa padang atas pembangunan bandara, malah di alihkan ke pengadaan bibit dan program yang tidak berguna lainnya” pungkasnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi puluhan Mahasiswa yang berlangsung di depan Kantor Gubernur, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu, (2/10/2024) siang kembali ricuh.

Dalam video yang beredar di media sosial, kericuhan terjadi saat sejumlah mahasiswa yang hendak masuk ke dalam kantor gubernur menyampaikan aspirasinya dihalangi SatPol-PP dan aparat kepolisian yang berjaga. Aksi saling dorongpun tak terhindarkan antara aparat dengan puluhan mahasiswa.

Dalam tuntutannya, mahasiswa menyampaikan 11 poin tuntutan yakni.

1. Penghentian Perubahan Anggaran yang Merusak Program Strategis.

2. Prioritaskan Pengembangan Manufaktur Kopi dan Kakao

3. Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan yang Lebih Efektif.

4.Meminta PJ Gub dan DPRD untuk tidak melakukan perombakan APBD Perubahan sehingga tidak relevan dengan program APBD Pokok.

5. Meminta PJ gubernur menghentikan pembelian bibit secara ugal-ugalan, yang bersifat jangka panjang.

6. Meminta PJ gubernur untuk memaksimalkan anggaran perubahan untuk kuota beasiswa pemimpin muda.

7. Hentikan wacana Pembentukan Dinas peternakan.

8. Evaluasi 8 Agenda Prioritas Gubernur (Utamanya Kemiskinan Ekstreem, Inflasi, Ekosistem Ekonomi Hijau, dan kedaulatan serta ketahanan pangan)

9. Meminta PJ gubernur klarifikasi PJ gubernur tidak melaksanakan upacara hari kesaktian Pancasila.

10. Hentikan membangun ego ego sektoral terhadap ASN purna dan ASN umum. Yg menghambat proses pelayanan kepadatan masyarakat.

11. penanganan Anak putus sekolah di sulawesi barat. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x