Hadir di Titik Paling Sunyi, Wagub Sulbar Temui Warga Kurang Mampu di Pinggir Jalan Arteri Mamuju

Avatar photo
Kamaruddin Kay
31 Des 2025 14:15
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, MAMUJU — Suasana haru menyelimuti sebuah gubuk reyot di pinggir jalan Arteri Mamuju, ketika Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, tiba menggunakan kendaraan pribadinya pada Selasa malam, (30/12/2025).

Di balik dinding seng bekas dan atap bocor itu, tinggal seorang warga kurang mampu yang sudah bertahun-tahun bertahan hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Tanpa protokoler panjang, Wagub menyapanya sang warga. Tatapan terkejut bercampur haru terlihat jelas di wajah penghuni gubuk saat Wakil Gubernur menyapa dengan lembut, dan menanyakan kabar.

Dalam kunjungan yang berlangsung penuh kehangatan itu, Wagub menyerahkan bantuan kebutuhan pokok serta sejumlah bantuan lainnya.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, ia memberikan dorongan moral, menguatkan sang warga agar tetap tegar menghadapi kesulitan hidup.

“Jangan pernah merasa sendiri. Pemerintah akan hadir untuk memastikan bapak bisa hidup lebih layak,” ujarnya dengan nada tegas.

Warga tersebut, tak menyangka kunjungan pejabat setingkat wakil gubernur datang langsung ke tempatnya tanpa pengawalan berlebihan.

Selain itu, Wagub menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan penanganan lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi atau perbaikan hunian warga tersebut.

“Kita tidak boleh membiarkan ada warga kita yang hidup dalam kondisi seperti ini. Saya akan memastikan ada tindak lanjut yang cepat,” tambahnya.

Kunjungan itu tidak berlangsung lama , namun meninggalkan kesan mendalam bagi warga tersebut. Tidak hanya karena bantuan yang dibawa, tetapi karena perhatian tulus dan komitmen nyata yang ditunjukkan seorang pemimpin daerah.

Di antara debu jalan dan hembusan angin malam, kehadiran Wagub Sulbar tersebut seperti menghadirkan kembali harapan, bahwa masih ada tangan pemerintah yang menjangkau hingga titik-titik paling sunyi, tempat di mana rakyat kecil menjalani hidup dalam kesunyian dan keprihatinan. Malam itu, di gubuk reok di pinggir jalan itu, harapan baru tumbuh.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x