POLMAN, akarnews.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Jumiaty A Mahmud, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi kaum perempuan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan program pemberdayaan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Perempuan Kepala Keluarga Bidang Ekonomi” yang diinisiasi bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat.
Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta perempuan ini dipusatkan di Aula Desa Bonde, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, pada Sabtu (7/11/2026).
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali dengan materi strategis guna menunjang produktivitas dan daya saing usaha, di antaranya pelatihan peningkatan produksi serta strategi pemasaran berbasis media sosial.
Jumiaty A Mahmud menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi dan aspirasi nyata dari lembaga legislatif bersama mitra kerja pemerintah, khususnya Dinas Sosial, untuk membantu memberdayakan kaum perempuan di tengah tantangan kondisi ekonomi saat ini.
”Jadi ini bentuk dukungan saya pribadi dan teman-teman DPRD Provinsi Sulbar dengan mitra kami yaitu Dinas Sosial, terutama soal pemberdayaan perempuan. Kita tahu betul dengan keadaan negara kita ini yang tidak lagi sehat, kurang sehat. Jadi ini merupakan aspirasi kami sebagai anggota dewan untuk bagaimana membantu perempuan-perempuan,” ujar Jumiaty.
Lebih lanjut, politisi perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB, Ketua DPC PKB Polman, serta Ketua Perempuan Bangsa Sulawesi Barat ini menekankan bahwa pemberdayaan perempuan sudah menjadi sebuah kewajiban dan komitmen moral, terkhusus bagi kader partainya.
Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan dorongan nyata dari perwakilan perempuan di legislatif.
”Artinya selalu ada dorongan dari perwakilan perempuan di DPRD untuk memberdayakan perempuan di daerah. Itu sudah menjadi kewajiban kita ini perempuan. Terutama kita dari PKB itu sudah harus, bukan lagi ini tetapi wajib memberdayakan perempuan,” tambahnya.

Jumiaty A Mahmud bersama Kepala Dinas Sosial Sulbar, Darmawati.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta perempuan.
Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan kapasitas ekonomi guna memperkuat ketahanan keluarga agar para peserta dapat menjadi perempuan yang mandiri.
Darmawati juga memaparkan bahwa sebagian peserta sebenarnya telah memiliki bentuk usaha rintisan mandiri seperti toko roti.
Oleh karena itu, kehadiran pelatihan ini difokuskan untuk memperkuat aspek pemasaran digital agar para ibu rumah tangga dapat memasarkan produknya secara fleksibel tanpa harus meninggalkan rumah.
”Jadi tidak harus ada ruko, tidak harus ada dia jualan dari rumah. Saya sebagai fungsinya sebagai perempuan bisa berjalan. Tidak harus pergi keluar rumah untuk memasarkan, tapi kita bisa lewat media sosial,” pungkas Darmawati.
Melalui sinergi antara DPRD Provinsi Sulawesi Barat dan Dinas Sosial ini, diharapkan para perempuan kepala keluarga di Polewali Mandar mampu meningkatkan taraf hidup serta menggerakkan roda perekonomian keluarga secara mandiri dan berkelanjutan. (*)
Tidak ada komentar