

AKARNEWS.ID, POLMAN – Dinas Pertanian dan Pangan (Distampan) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terus menggenjot Gerakan Pengendalian Hama Tikus (Gerdal) di beberapa kecamatan tanpa mengandalkan alokasi anggaran khusus.
Gerakan ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dini terhadap serangan hama tikus yang berpotensi menyebabkan gagal panen dan menurunkan produksi padi.
Kegiatan Gerdal hari ini, Senin, (8/12/2025) dipusatkan di Desa Paku, Kecamatan Binuang dan juga dilaksanakan secara serentak di Kecamatan Matakali, tepatnya di Labasan, Desa Tonrolima.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Distampan Polman, Muhammad Yunus yang memimpin langsung gerakan ini, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan di lahan-lahan yang baru memasuki fase awal pengolahan lahan.
”Pagi ini kita melakukan lagi gerakan di Desa Paku ini karena Petani atau kelompok tani sudah melakukan pengolahan awal, untuk lokasi sawahnya dan dia rata-rata sudah melakukan penghamburan. Sebelum ini langsung masuk ke dalam fase tanam, kita melakukan Gerdal untuk mengantisipasi serangan tikus yang ada. Bukan cuma di pada fase tanam, tapi di awal persemaian kita sudah melakukan gerakan ini untuk mengantisipasi serangan hama tikus” Ujarnya.
Hingga saat ini, Distampan Polman telah turun langsung ke empat kecamatan untuk melakukan Gerdal. Gerakan ini juga diikuti secara mandiri oleh petani di beberapa kecamatan lain.
”Kalau kecamatan yang kita lakukan ini sudah masuk empat kecamatan, tetapi yang kita turun langsung itu ada empat, tetapi ada di kecamatan lain juga, kayak Mapilli sudah melakukan juga gerakan untuk pengendalian. Karena kami dari Dinas Pertanian khususnya bidang tanaman pangan memberikan instruksi melakukan gerakan ini disampaikan ke yang ada kelompok petani. Kelompok petani, khususnya wilayah yang memang potensi, lakukan gerdal pengendali hama tikus sebelum atau sesudah pengolahan lahan awal” Kata Yunus.
Serangan hama tikus di Polman dilaporkan paling banyak terjadi di area perbatasan lahan sawah, terutama yang berdekatan dengan saluran irigasi.
”Kalau ini hasil dari ini teman-teman khususnya membidangi itu teknisnya bahwa serangan tikus sebenarnya kita melihat ini lebih banyak sebenarnya pada daerah tanggul Ya, berdaerah-daerah tanggul, jaringan-jaringan irigasi tersier, irigasi sekunder. Nah, i itu yang paling banyak di situ yang banyak serangan, banyak tikusnya di situ tinggal.” Jelasnya.
Meskipun tidak memiliki target kuantitas pengendalian, Distampan menegaskan bahwa Gerdal hama tikus akan menjadi agenda rutin di setiap musim tanam padi (rendengan) sebagai langkah preventif.
Gerakan ini didasarkan pada pengalaman musim tanam sebelumnya dimana beberapa wilayah mengalami kerugian fatal akibat serangan tikus.
”Karena intinya adalah bukan lagi gagal di persemaian, gagal panen kita, kalau kita tidak antisipasi karena sudah ada beberapa kemarin sampel-sampel itu khususnya di Kecamatan Matakali, TonroLima, dan Tumpiling itu memang fatal di situ. Nah, kita sudah melakukan gerakan dan insyaallah Pemerintah Polman akan berusaha untuk mendukung kami melakukan khususnya di Dinas tanaman pangan ini melakukan gerakan-gerakan ini dan kami sangat mengharapkan pemerintah untuk memperhatikan apa yang kami lakukan ini.” Pungkasnya.
Upaya Distampan Polman ini diharapkan dapat menekan angka kerugian petani dan mendukung terwujudnya swasembada pangan di Polewali Mandar. (*)


Tidak ada komentar