Pesan Menohok DPP Saat Lantik PKB Sulbar: Jangan Dikenal Cuma Lewat Spanduk, Tapi Melayani Rakyat

Avatar photo
Kamaruddin Kay
13 Feb 2026 13:40
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Sulawesi Barat resmi dikukuhkan. Prosesi pengambilan sumpah dilakukan langsung Wakil Ketua DPP PKB, Nihayatul Wafiroh, di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Kamis (12/2/2026).

Ketua Tanfidziah DPW PKB Mamuju, KH Syibli Sahabuddin, membuka sambutannya dengan mengutip Syekh Ibnu Atha’illah. Ia menyebut, jalan menuju Tuhan itu sebanyak nafas manusia. Bagi PKB, politik adalah salah satu jalan menuju Tuhan.

KH Syibli menjelaskan, politik bukan sekadar soal kekuasaan. Di dalamnya ada amanah besar untuk membela kepentingan rakyat.

Ia memastikan, kehadiran PKB bukan hanya simbol politik. Partai ini hadir untuk melayani dan bekerja bagi masyarakat.

“Kalau ada seperti itu dari partai manapun dia, bagi saya dia adalah PKB,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPP PKB Nihayatul Wafiroh mengingatkan situasi global yang tidak menentu. Ekonomi dunia bergejolak, konflik terjadi di banyak kawasan, dan perubahan terasa nyata.

Indonesia, katanya, relatif stabil. Namun rakyat menginginkan lebih dari sekadar stabilitas. Mereka ingin hidup yang lebih pasti, lebih adil, dan lebih bermartabat.

“Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh biasa biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi. Itulah PKB hadir sebagai solusi bangsa,” jelasnya mengutip sambutan Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar.

Nihayatul kemudian berbicara soal arah gerak partai ke depan. Ia mengatakan, PKB membutuhkan kader yang berani berpikir melampaui Pemilu, tetapi tetap mau turun tangan bekerja keras untuk memenangkan Pemilu.

Menurutnya, visi partai harus panjang, namun langkah di lapangan harus konkret dan terukur. Ideologi harus diperjuangkan hingga ikut menentukan kebijakan.

Ia juga mengingatkan agar kepengurusan tidak hanya lengkap di atas kertas. Setiap pengurus harus jelas tugasnya. Program harus punya ukuran yang pasti. Manajemen partai harus rapi dan disiplin.

Perlu diketahui kalau struktur lengkap tapi tidak bergerak Itu bukan organisasi katanya, itu hanya sekedar katalog semata.

PKB, lanjutnya, tidak bisa bergerak hanya dengan elit yang aktif saja. Struktur harus hidup sampai tingkat bawah dan hadir di tengah persoalan rakyat. Pengurus PKB harus dikenal bukan karena baliho dan spanduk semata.

“Tetapi karena kehadiran yang nyata saat rakyat membutuhkan, Melayani rakyat bukan kegiatan tambahan tapi itu inti kerja dari Partai Kebangkitan Bangsa,” jelasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x