Di Hadapan Menteri Pertanian, Ketua DPRD Polman Minta Pemerintah Stabilkan Harga Kakao

Avatar photo
Kamaruddin Kay
16 Apr 2026 11:28
2 menit membaca

MAGELANG, AKARNEWS.ID – Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, menyuarakan aspirasi masyarakat Sulawesi Barat, khususnya Kabupaten Polman, dalam forum retret Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026).

‎Dalam kegiatan yang berlangsung di Akademi Militer (Akmil) tersebut, Fahry menyampaikan langsung pertanyaan kepada Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Amran Sulaiman terkait anjloknya harga kakao yang berdampak pada kesejahteraan petani.

‎Ia mengungkapkan, harga kakao yang pada tahun 2024 sempat menyentuh kisaran Rp180 ribu per kilogram, kini turun drastis di tahun 2026 berada di angka sekitar Rp55 ribu per kilogram.

‎“Penurunan ini sangat dirasakan petani. Kami ingin mengetahui langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kakao agar petani tetap sejahtera,” ujar Fahry di hadapan forum.

‎Menurutnya, Polewali Mandar merupakan salah satu daerah penghasil kakao di Sulawesi Barat. Kondisi harga yang tidak stabil dinilai berpotensi mengganggu ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

‎Selain isu harga kakao, Fahry juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pertanian melalui program swasembada pangan. Ia mendorong agar pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap daerah-daerah penghasil komoditas.

‎Tak hanya itu, ia turut mengangkat persoalan irigasi dan alsintan R2 dan R4 di Polman yang dinilai masih membutuhkan. Infrastruktur irigasi yang belum memadai, kata Fahry, menjadi kunci dalam mendukung produktivitas pertanian.

‎“Kami juga berharap ada perhatian terhadap pembangunan dan perbaikan irigasi agar sektor pertanian di Polman semakin optimal,” tambahnya.

‎Fahry menegaskan, aspirasi yang disampaikan tersebut merupakan bentuk komitmen dalam memperjuangkan kepentingan petani dan masyarakat Sulawesi Barat di tingkat nasional.

‎Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Pertanian dapat segera merumuskan kebijakan strategis guna menjaga stabilitas harga kakao sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x