
POLMAN, AKARNEWS.ID — Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) KH. Ahmad Husein melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Pemkab Polman).
Mereka menilai visi misi yang dijanjikan Bupati saat kampanye kini semakin jauh dari kenyataan dan gagal dirasakan oleh masyarakat, khususnya di sektor kesehatan dan infrastruktur pedesaan.
Ketua PK PMII KH. Ahmad Husein, Dimaz Aryan Aldiansyah, secara khusus menyoroti janji mewujudkan “Polewali Mandar Sehat, Cerdas, dan Maju Berlandaskan Nilai-Nilai Agama, Budaya dan Berwawasan Lingkungan”. Menurutnya, kalimat tersebut kini seolah hanya menjadi slogan politik yang kehilangan maknanya.
”Ini bukan sekadar slogan kampanye, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan rakyat. Namun yang dirasakan masyarakat hari ini justru berbanding terbalik dengan semangat visi tersebut,” ujar Dimaz dalam keterangannya, Senin (25/5/2026)
Dimaz mengungkapkan bukti nyata kegagalan pelayanan dasar tersebut lewat kejadian memilukan yang dialami seorang ibu hamil di Desa Ratte. Akibat minimnya fasilitas kesehatan dan sulitnya akses jalan, ibu tersebut terpaksa ditandu dan berjalan kaki menempuh jarak yang sangat jauh menuju rumah sakit.
Nahas, keterbatasan akses tersebut harus dibayar mahal. Sang ibu kehilangan bayinya di tengah perjalanan sebelum sempat mendapatkan penanganan medis yang layak.
”Kejadian di Desa Ratte ini adalah cerminan bahwa pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masih jauh dari kata terjangkau dan bermutu,” tegas Dimaz.
Selain masalah kesehatan, PMII juga menyoroti persoalan tata kelola pemerintahan yang dinilai belum bersih. Aspirasi masyarakat dianggap sering kali tidak mendapatkan ruang yang layak, sementara berbagai persoalan sosial dan lingkungan hidup masih terbengkalai dan terus menjadi keluhan warga di berbagai wilayah.
Atas dasar rentetan persoalan tersebut, PMII KH. Ahmad Husein secara tegas menagih komitmen dan tanggung jawab Bupati Polman. Dimaz mengingatkan pemerintah daerah agar berhenti merasa puas dengan narasi keberhasilan dan seremoni semata, sementara di lapangan masyarakat masih bergelut dengan penderitaan.
”Kekecewaan masyarakat hari ini lahir karena harapan yang dulu dibangun ternyata tidak dibarengi dengan capaian nyata. Jabatan adalah amanah, tidak cukup dijawab dengan pencitraan,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Dimaz menegaskan bahwa PMII akan terus memposisikan diri sebagai mitra kritis pemerintah daerah. “Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Namun, kami akan berdiri paling depan untuk mengkritisi ketika kebijakan dan kinerja pemerintah melenceng dari visi yang telah dijanjikan kepada masyarakat Polewali Mandar,” pungkasnya.


Tidak ada komentar