
POLMAN, AKARNEWS.ID — Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh guru penerima dana sertifikasi untuk berani menolak segala bentuk pungutan liar (pungli).
Selain itu, Dinas Pendidikan dan seluruh kepala sekolah juga didesak untuk memperketat pengawasan serta memastikan tidak ada oknum yang mengambil keuntungan dari hak tenaga pendidik.
Wakil Ketua Dewan Pendidikan Polewali Mandar (Polman), Herman Kadir, secara khusus meminta kepada pimpinan instansi pendidikan di Polman untuk proaktif memutus mata rantai pungli yang meresahkan ini.
“Kami meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan hingga seluruh kepala sekolah agar mengimbau para guru untuk tidak lagi memberikan sejumlah uang kepada oknum tertentu dalam proses pencairan sertifikasi. Praktik seperti ini sangat mencederai dunia pendidikan, khususnya kesejahteraan para guru,” tegas Herman Kadir atau yang karib disapa Hervol.
Sebagai bentuk perlindungan nyata, Dewan Pendidikan Polman membuka ruang pengaduan khusus. Para guru diimbau untuk tidak takut bersuara jika mengalami, menjadi korban, atau mengetahui adanya praktik pungutan liar tersebut.
Dewan Pendidikan menjamin akan mengawal secara serius setiap laporan yang masuk demi terciptanya tata kelola pendidikan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
”Kami juga menghimbau kepada seluruh pihak terkait, siapa pun oknumnya, agar tidak memanfaatkan proses birokrasi pencairan sertifikasi sebagai jalan untuk menambah keuntungan pribadi maupun kelompok. Tidak ada satu pun aturan atau juknis yang membenarkan adanya pungutan tersebut,” lanjut Hervol.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul maraknya informasi dugaan pemotongan dana sertifikasi yang sangat memprihatinkan. Mengingat, jumlah guru bersertifikasi di Kabupaten Polewali Mandar cukup masif, yakni mencapai 5.557 orang. Rinciannya meliputi 936 guru jenjang TK/PAUD, 3.240 guru SD, dan 1.381 guru SMP.
Jika praktik pungutan tak resmi ini dibiarkan berlarut-larut secara masif, ribuan guru tersebut akan terus dirugikan. Oleh karena itu, Dewan Pendidikan Polman berkomitmen akan terus berada di garda terdepan untuk menjaga institusi pendidikan dari praktik-praktik yang mencederai nilai keadilan, profesionalitas, dan hak-hak para pahlawan tanpa tanda jasa.


Tidak ada komentar