Bertahun-tahun Mandek, GERAM Sulbar Desak Kejari Mamuju Tuntaskan Kasus Kolam Air Tawar Kalukku

Avatar photo
Kamaruddin Kay
18 Jun 2026 19:05
2 menit membaca

MAMUJU, AKARNEWS.ID – Gerakan Mahasiswa Menggugat Sulawesi Barat (GERAM Sulbar) secara tegas mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Mamuju untuk segera memberikan kepastian hukum terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Kolam Air Tawar di Kecamatan Kalukku.

Pasalnya, penanganan perkara yang telah bergulir sejak tahun 2022 ini dinilai lamban dan belum menunjukkan titik terang.

​Ketua GERAM Sulbar, Ongki Prayudi, menyatakan bahwa proses hukum yang berlarut-larut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

​“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun masyarakat juga berhak memperoleh kepastian hukum. Penanganan perkara yang telah berlangsung selama bertahun-tahun harus menunjukkan progres yang jelas dan terukur,” ujar Ongki Prayudi dalam keterangannya, Kamis, (18/6/2026).

​Kritik tajam dari mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan pantauan dan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, proyek yang didanai oleh uang negara tersebut dinilai gagal memberikan manfaat optimal sesuai dengan tujuan awal pembangunannya.

​Ongki menekankan bahwa setiap rupiah dari anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, bukan justru menimbulkan kerugian.

​“Kami mempertanyakan sejauh mana manfaat proyek tersebut dirasakan oleh masyarakat. Jika memang ditemukan adanya penyimpangan yang mengakibatkan kerugian negara, maka pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” tegasnya.

​Untuk menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat, GERAM Sulbar merumuskan lima tuntutan utama kepada Kejari Mamuju:

​Tuntaskan Penyidikan: Mendesak Kejari Mamuju segera menuntaskan penyidikan dugaan korupsi proyek Kolam Air Tawar Kalukku.

​Transparansi Perkara: Membuka informasi perkembangan penanganan perkara secara transparan kepada masyarakat.

​Usut Semua Pihak Terlibat: Mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum.

​Audit Menyeluruh: Melakukan audit komprehensif terhadap pelaksanaan dan pemanfaatan proyek pembangunan tersebut.

​Kawal Uang Rakyat: Memastikan setiap penggunaan anggaran negara benar-benar difungsikan untuk kemaslahatan masyarakat.

​Lebih lanjut, GERAM Sulbar berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar tidak ada ruang bagi praktik penyalahgunaan anggaran di daerah.

​“Jangan biarkan uang rakyat habis tanpa manfaat yang jelas. Transparansi dan kepastian hukum adalah hak masyarakat,” pungkas Ongki.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x