Jupri Mahmud Dukung Langkah OJK Perluas Literasi Keuangan hingga ke Akar Rumput

Avatar photo
Kamaruddin Kay
7 Agu 2025 11:37
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Sulawesi Barat, Jupri Mahmud, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperluas edukasi dan literasi keuangan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah, Kamis, (7/8/2025).

Pernyataan ini disampaikan Jupri dalam rangkaian kegiatan sinergi antara Komite IV DPD RI dan OJK yang fokus pada peningkatan inklusi keuangan nasional.

“Kami di DPD RI, khususnya Komite IV, sangat mendukung program-program edukasi keuangan dari OJK. Ini langkah strategis untuk membentengi masyarakat dari jerat pinjaman ilegal, sekaligus mendorong budaya pengelolaan keuangan yang sehat sejak dini,” tegas Jupri Mahmud.

Menurutnya, literasi keuangan adalah fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, serta masyarakat desa. Ia menekankan bahwa edukasi keuangan tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi harus menjangkau komunitas akar rumput.

Jupri juga mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan otoritas terkait untuk memperkuat infrastruktur pendukung literasi keuangan. Hal ini meliputi akses terhadap perbankan, lembaga pembiayaan mikro, hingga pelatihan pencatatan keuangan sederhana di tingkat komunitas.

“Literasi keuangan harus menyentuh desa-desa, kelompok tani, hingga pelaku UMKM. Dengan pendampingan yang tepat, mereka bisa naik kelas dan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal, agar edukasi keuangan bisa lebih diterima dan diaplikasikan oleh masyarakat.

Sebagai anggota Komite IV DPD RI yang membidangi keuangan dan perbankan, Jupri Mahmud menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan nasional agar lebih berpihak pada peningkatan literasi dan inklusi keuangan, terutama di daerah-daerah dengan indeks literasi keuangan yang masih rendah.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x