Polman Butuh SPBU Baru, Aktivitas Warga Berantakan Akibat Kelangkaan BBM

Avatar photo
Kamaruddin Kay
8 Sep 2026 12:09
2 menit membaca

Polman, akarnews.id – Kepanikan melanda warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman) setelah Bahan Bakar Minyak (BBM) mendadak hilang dari pasokan pedagang eceran dan memicu antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Krisis energi ini mempertegas masalah kronis di Polman, keberadaan 5 SPBU yang ada saat ini sudah sama sekali tidak mampu menyuplai pesatnya lonjakan volume kendaraan.

​Dampaknya langsung menghantam urat nadi ekonomi warga. Sejak Senin (7/9/2026) subuh, para pengendara terpaksa mengorbankan waktu berharga demi mengantre berjam-jam.

Sopyan, warga Wonomulyo, mengaku aktivitas hariannya berantakan setelah terjebak antrean sejak pukul 07.30 WITA.

“Kalau begini agak susah karena aktivitas terganggu,” ujarnya di lokasi.

Kondisi di lapangan makin runyam lantaran pasokan Pertamax juga habis total.

​Pemandangan ini menjadi dejavu pahit bagi warga Polman. Kejadian serupa sempat melanda daerah ini pada akhir Maret 2026 lalu.

Kala itu, stok bensin di tingkat pengecer jalanan ludes seketika akibat panic buying atau aksi borong warga yang panik merespons isu kelangkaan BBM.

​Menanggapi carut-marut ini, Ketua DPRD Polman Fahry Fadly mendesak PT Pertamina Patra Niaga Region Makassar untuk turun tangan.

Menurutnya, akar masalah di Polman adalah ketimpangan jumlah SPBU dan pengawasan distribusi yang lemah.

Fahry juga meminta publik tidak berspekulasi soal dugaan penimbunan tanpa bukti, sembari menegaskan bahwa kunci penuntasan antrean berada di tangan Pertamina dan pengelola SPBU.

​Langkah politis sebenarnya pernah ditempuh Bupati Polman Samsul Mahmud saat memboyong jajarannya melobi BPH Migas di Jakarta pada April 2026 untuk meminta penambahan kuota dan pembangunan SPBU baru.

Namun hingga kini, hasil pertemuan tersebut terkesan tanpa tindak lanjut konkret di lapangan.

​Kini, warga hanya bisa berharap janji-janji manis birokrasi tak lagi menguap.

Masyarakat Polman menagih solusi nyata dari hasil pertemuan DPRD Polman dengan PT Pertamina Patra Niaga Region Makassar, serta diplomasi Pemkab Polman dengan petinggi BPH Migas, agar krisis BBM tak terus-menerus melumpuhkan hidup mereka.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x