Sandeq Pecinta Alam Polman Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan Pesawat, Misi Kemanusiaan Tuntas

Avatar photo
Kamaruddin Kay
24 Jan 2026 10:07
3 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Solidaritas kemanusiaan melintasi batas provinsi ditunjukkan oleh para pegiat alam dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Tiga personel dari organisasi Sandeq Pecinta Alam Polman diberangkatkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

​Keberangkatan tiga relawan spesialis medan berat ini dilakukan bersamaan dengan 22 personel Basarnas Mamuju pada Rabu, 21 Januari 2026.

Tim gabungan ini bertolak menuju lokasi kejadian untuk memperkuat operasi SAR (Search and Rescue) yang tengah berlangsung di medan pegunungan yang dikenal cukup ekstrem tersebut.

​Keterlibatan Sandeq Pecinta Alam dalam misi ini merupakan bentuk respon cepat terhadap kebutuhan tenaga ahli yang memahami teknik navigasi darat dan evakuasi di wilayah dataran tinggi. Keahlian mereka diharapkan dapat mempercepat proses penyisiran di titik-titik koordinat yang sulit dijangkau oleh tim darat biasa.

​Keberangkatan para anggota ini mendapat dukungan penuh dari pihak organisasi. Pembina Sandeq Pecinta Alam Polman, Muhammad Yunus, menyatakan kebanggaannya atas inisiatif dan keberanian anggotanya yang memilih untuk terjun langsung ke lokasi bencana.

​”Ini adalah panggilan jiwa. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan yang berangkat. Misi ini bukan sekadar tugas organisasi, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang mulia. Tetaplah jaga koordinasi dengan tim Basarnas, perhatikan keselamatan diri di lapangan, dan berikan kemampuan terbaik untuk membantu sesama. Keberangkatan kalian adalah bukti nyata bahwa pecinta alam hadir untuk memberi manfaat saat dibutuhkan,” ujar Muhammad Yunus.

​Kondisi cuaca yang tidak menentu dan vegetasi yang rapat di Gunung Bulusaraung menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh tim di lapangan.

Misi Kemanusiaan Tuntas, Operasi SAR Resmi Ditutup

Misi kemanusiaan di Pegunungan Bulusaraung mencapai titik akhir. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada Sabtu (17/1) lalu.

Dengan ditemukannya seluruh manifes penumpang, Operasi Pencarian dan Pertolongan resmi ditutup hari ini, Jumat (23/1/2026).

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa kepastian mengenai kondisi korban didapat setelah tim di lapangan menyisir titik jatuh pesawat di medan terjal pegunungan tersebut.

Meski pesawat diketahui membawa 10 orang penumpang berdasarkan manifes on board, tim SAR berhasil mengumpulkan total 11 paket dari lokasi kejadian.

“Hingga akhir operasi, kami berhasil mengevakuasi 10 paket body pack dan 1 paket body part. Ini mencakup seluruh korban yang berada di dalam pesawat sesuai data manifes,” ujar Mohammad Syafii saat memimpin evaluasi akhir di Makassar.

Seluruh temuan tersebut kini telah berada di tangan Bidokkes Polda Sulawesi Selatan. Tim forensik akan melakukan proses identifikasi DVI (Death Victim Identification) untuk memastikan setiap jenazah dapat segera dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

​Keberhasilan menemukan seluruh korban ini dianggap sebagai pencapaian besar mengingat kondisi lapangan yang sangat tidak bersahabat.

Selama tujuh hari, tim harus berhadapan dengan, medan Pegunungan Bulusaraung yang curam, Cuaca Buruk berupa Kabut tebal dan hujan yang membatasi jarak pandang dan Kondisi Pesawat yang hancur Puing-puing yang tersebar di area yang sulit dijangkau.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan. Prioritas utama kami sejak awal adalah membawa pulang seluruh korban agar pihak keluarga mendapatkan kepastian,” lanjut Syafii.

Walaupun operasi resmi ditutup seiring ditemukannya seluruh korban dan black box pesawat, Basarnas tetap menyiagakan personel jika sewaktu-waktu dibutuhkan identifikasi tambahan.

“Status operasi saat ini ditutup. Namun, jika hasil forensik nantinya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara temuan di lapangan dengan data manifes, kami berkomitmen untuk segera membuka kembali pencarian,” tegasnya

Penutupan operasi ini diakhiri dengan briefing haru sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi para korban dan apresiasi bagi ratusan relawan serta petugas yang terlibat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x