Satu Umbi Hasilkan 20 Buah, Demplot Bawang Merah di Limboro Sukses Besar

Avatar photo
Kamaruddin Kay
29 Jan 2026 16:37
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Keberhasilan Kelompok Tani Anugerah di Desa Renggeang, Kecamatan Limboro, dalam mengelola lahan demplot bawang merah seluas 10 are membawa angin segar bagi ketahanan pangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman).

Program besutan Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polman tahun anggaran 2025 ini menunjukkan hasil yang luar biasa secara teknis.

​Berdasarkan hasil panen, satu umbi bawang merah yang ditanam mampu menghasilkan rata-rata 15 hingga 20 buah saat panen.

Produktivitas yang tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa lahan di wilayah Limboro sangat potensial untuk pengembangan komoditas tersebut.

​Kepala Bidang Tanaman dan Pangan, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa capaian ini memastikan program percontohan (demplot) tersebut sukses besar.

​”Hasil ini memastikan bahwa kegiatan demplot berhasil. Dengan produktivitas mencapai 20 kali lipat, giat pertanian bawang merah di Polman akan terus kita massifkan sebagai langkah konkret menekan inflasi harga bahan pokok,” ungkap Yunus, Kamis, (29/1/2026).

Usai melakukan panen bawang di Desa Renggeang, Muhammad Yunus bersama rombongan melakukan monitorinh dan kunjungan di sejumlah wilayah seperti di Kelurahan Batupanga, Desa Puccadi dan Mambu Kecamatan Luyo serta Desa Segerang Kecamatan Mapilli.

Wilayah ini dikunjungi Bidan Tanaman dan Pangan karena berpotensi untuk dijadikan wilayah pengembangan tanaman bawang merah.

Sementara itu, ​meski menunjukkan potensi hasil yang menjanjikan, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap hambatan yang dihadapi para petani di lapangan. Yunus mengungkapkan bahwa ketersediaan bibit masih menjadi isu utama yang perlu segera dicarikan solusinya.

​”Kendala yang dialami petani saat ini adalah kurangnya bibit pokok yang siap tanam. Hal ini menjadi perhatian kami agar kedepannya perluasan lahan bisa dilakukan secara serentak tanpa terkendala stok bibit,” tambahnya.

​Pemerintah Kabupaten Polman optimis, jika pola tanam demplot ini diterapkan secara meluas (massif), ketergantungan pasokan bawang merah dari luar daerah dapat dikurangi. Stabilitas harga bahan pokok pun diharapkan dapat terjaga sepanjang tahun, sehingga daya beli masyarakat tetap stabil di tengah tantangan ekonomi global.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x