
POLMAN, AKARNEWS.ID – Merespons keluhan masyarakat yang viral di media sosial, Bupati Polewali Mandar (Polman), Samsul Mahmud, melakukan kunjungan langsung ke Puskesmas Campalagian pada Kamis (21/05/2026). Dalam tinjauannya, Bupati secara tegas menginstruksikan seluruh tenaga kesehatan (nakes) untuk menomorsatukan pelayanan kemanusiaan dan empati di atas kekakuan prosedur administrasi.
Samsul mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar rutinitas menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP), melainkan menyangkut etika dan respons cepat terhadap warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
“Di dalam pelayanan itu tetap ada SOP yang harus dijalankan. Tetapi kita juga harus melihat situasi dan kondisi, karena pada dasarnya kita hadir untuk membantu masyarakat secara kemanusiaan,” tegas Samsul Mahmud di hadapan jajaran Puskesmas Campalagian.
Lebih lanjut, Bupati meminta para petugas medis untuk bersikap bijaksana dan ramah saat menghadapi pasien beserta keluarganya. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti senyum, salam, dan sapa memiliki dampak psikologis yang besar terhadap kenyamanan masyarakat yang sedang sakit.
“Ini yang harus selalu dikedepankan dalam pelayanan. Ketika masyarakat datang berobat, mereka harus merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Pelayanan itu harus dengan hati, humanis, dan terasa kekeluargaan,” tambahnya.
Kunjungan kepala daerah ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah Kabupaten Polewali Mandar atas rentetan sorotan publik terhadap kualitas layanan di Puskesmas Campalagian belakangan ini. Pemerintah berharap insiden viral tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh.
Menyikapi teguran dan arahan dari Bupati, Kepala Puskesmas Campalagian, Yusnani, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia berkomitmen menjadikan kasus ini sebagai cambuk untuk membenahi kedisiplinan dan pendekatan petugas kepada pasien.
“Atas kejadian ini saya menyampaikan permohonan maaf. Ke depan kami akan terus berkoordinasi dan menjalankan arahan Bupati agar pelayanan benar-benar mengedepankan rasa kemanusiaan,” ungkap Yusnani.
Sebagai langkah perbaikan, Yusnani menegaskan telah menginstruksikan seluruh stafnya untuk memperbaiki etika komunikasi. “Senyum, salam, dan sapa harus selalu dikedepankan. Anggap semua masyarakat yang datang itu sebagai keluarga kita,” tutupnya.


Tidak ada komentar