

AKARNEWS.ID, POLMAN – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mengawali tahun 2026 dengan komitmen besar untuk melakukan transformasi pembangunan. Melalui agenda Refleksi Akhir Tahun yang digelar di Rumah Jabatan Bupati pada Rabu (31/12/2025) malam.
Pemkab Polman menegaskan kesiapannya mengubah kritik masyarakat menjadi program kerja nyata.
Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud mengungkapkan capaian impresif di hadapan jajaran pejabat Eselon II dan tim relawan. Dalam kurun waktu 10 bulan kepemimpinannya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Polman melonjak dari 69,88 poin (2024) menjadi 70,71 poin pada 2025, yang kini resmi masuk dalam Kategori Tinggi.
Prestasi ini dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan yang sangat signifikan, yakni dari 15,66 persen pada 2024 menyusut menjadi 14,02 persen di akhir 2025. Angka ini menempatkan Polewali Mandar sebagai daerah dengan tren penurunan kemiskinan paling progresif di Sulawesi Barat.
“Pemerintah tidak akan menutup telinga terhadap kekurangan yang ada. Kami berterima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Kami akan terus berbenah demi memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Acara yang diinisiasi oleh Sekda Polman, Nursaid Mustafa, ini terasa istimewa karena turut melibatkan Tim ASSAMI (relawan pemenangan pasangan H. Samsul Mahmud dan Hj. Andi Nursami Masdar).
Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menyerap aspirasi langsung dari akar rumput agar kebijakan pemerintah tetap tepat sasaran.
Terdapat lima isu krusial yang menjadi fokus utama perbaikan di tahun 2026, antara lain:
Kesehatan dan Pendidikan, Peningkatan kualitas pelayanan medis dan mutu pendidikan hingga pelosok desa.
Pemerataan perbaikan jalan serta penanganan serius masalah pengelolaan sampah.
Ketenagakerjaan: Penciptaan lapangan kerja baru bagi pemuda lokal.
Optimalisasi komunikasi publik di media sosial untuk transparansi informasi.
Menutup dialog, Sekda Polman Nursaid Mustafa yang bertindak sebagai moderator, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera menindaklanjuti poin-poin tersebut.
“Mari kita jawab seluruh kritikan dan masukan ini bukan dengan kata-kata, melainkan dengan kerja nyata untuk Polman yang lebih baik di tahun 2026,” tegas Nursaid menutup sesi diskusi dengan nada optimis.


Tidak ada komentar