MAMUJU, AKARNEWS.ID – Dua anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum yang disinyalir sebagai relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa nahas tersebut terjadi di Sekretariat Perjuangan Mahasiswa Vendetta, Jalan Dahlia, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (28/5/2026) malam. Insiden ini kian mencekam lantaran salah satu pelaku diduga membawa senjata tajam (sajam).
Kedua korban, yakni Ikhwan Rozi (23) dan Fergiawan Reizaski (23), tidak tinggal diam dan telah menempuh jalur hukum. Keduanya resmi melaporkan insiden dugaan kekerasan tersebut ke Polresta Mamuju pada malam yang sama.
Berdasarkan data yang dihimpun, laporan polisi tersebut telah teregistrasi dengan nomor STTLP/B/178/V/2026/SPKT/RESTA MAMUJU/SULBAR, dan diketahui oleh Pamapta I IPDA Nabilla Az Zahra.
Perhatian publik tertuju pada identitas terduga pelaku. Terdapat dugaan kuat bahwa oknum pengeroyok merupakan bagian dari relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditugaskan di Dapur SPPG Axuri, Mamuju.
Kasus kekerasan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Kecaman keras turut disuarakan oleh Ketua Cabang PMII Kabupaten Polewali Mandar, Nur Jihad. Ia menilai insiden pemukulan terhadap aktivis mahasiswa ini sebagai potret kelam yang menyusup ke dalam program pemerintah.
”Pemukulan terhadap aktivis mahasiswa Vendetta sekaligus anggota PMII adalah sebuah potret premanisme di dalam tubuh lembaga pemerintah, khususnya dapur SPPG. Ini menjadi tanda bahwa pemerintah perlu berbenah dan mengevaluasi seluruh oknum di lembaga naungannya agar tetap bersikap humanis. Sebab, simbol-simbol moral ada pada pemerintah,” tegas Nur Jihad, Jumat (29/5/2026).
Jihad menyayangkan sikap oknum yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat justru menunjukkan watak kekerasan. Menurutnya, hal ini menjadi bukti kegagalan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam merekrut dan memberikan pendidikan moral kepada para relawannya.
”Bagaimana mungkin setiap oknum yang diberikan pelatihan dan pendidikan untuk masuk sebagai pelayan rakyat malah berwatak preman? BGN atau Dapur MBG Axuri harus segera mengambil sikap. Evaluasi dan tindak tegas relawan yang berwatak preman seperti itu,” pungkasnya.
Kini, pihak kepolisian Polresta Mamuju tengah mendalami laporan tersebut guna mengungkap motif dan menangkap para terduga pelaku pengeroyokan.
Tidak ada komentar