DPC PKB Polman gelar bedah buku di Cafe Sinergy, Kecamatan Polewali, pada Kamis (5/11/2026).POLMAN, akarnews.id — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menggelar diskusi bedah buku bertajuk Sosialisme Islam pemikiran H.O.S Tjokroaminoto dan Ali Syariati. Kegiatan ini dipusatkan di Cafe Sinergy, Kecamatan Polewali, pada Kamis (5/11/2026).
Langkah politik dan intelektual ini tidak hanya menjadi ajang diskursus akademik semata, tetapi juga dirancang untuk mendekatkan garis perjuangan partai dengan realitas sosial warga lokal, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa di Polman.
Diskusi tersebut dipandu oleh Dr. Busrah, selaku moderator dengan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dekan Fakultas Agama Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) Dr. Saifuddin dan Direktur Logos Politika Maenunis Amin.
Acara ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, pegiat sosial, politisi, hingga anggota DPRD Polman Fraksi PKB. Turut hadir pula jajaran petinggi DPW PKB Sulawesi Barat, di antaranya Sekretaris DPW PKB Dr. Ahmad Al Yakin dan Ketua Pelaksana Harian DPW PKB Sulbar Surgawan.
Ketua DPC PKB Polman, Jumiaty Mahmud, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut cepat atas instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Instruksi tersebut turun dua hari lalu, dan DPC PKB Polman menjadi daerah pertama yang mengeksekusinya.
”Alhamdulillah hari ini DPC PKB Polman melaksanakan apa yang menjadi instruksi dari Ketua Umum Gus Muhaimin atau Cak Imin, bahwa itu langsung instruksi beliau. Instruksi ini baru dua hari yang lalu diinstruksikan, dan PKB Polman ini pertama kali melaksanakan instruksi ini,” ujar Jumiaty yang juga anggota DPRD Provinsi Sulbar dari Fraksi PKB.
Jumiaty menjelaskan, pemilihan tema Sosialisme Islam murni instruksi dari Ketua Umum, Cak Imin agar diskursus pemikiran tokoh bangsa terus hidup di daerah.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa agenda ini merupakan bagian dari program “PKB Menyapa” yang mewajibkan kader untuk lebih dekat dengan masyarakat dan meninggalkan pola politik yang hanya bekerja di atas meja.
”Ini juga merupakan rangkaian dari program PKB Menyapa. Jadi Pak Muhaimin itu mengharapkan bagaimana kita ini PKB betul-betul ada di masyarakat. Jangan hanya teori, jangan hanya di meja, tetapi bagaimana kita betul-betul berkantor di masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelibatan aktif mahasiswa dan pemuda dalam ruang-ruang diskursus kritis seperti ini, DPC PKB Polman berharap kehadiran partai dapat memberikan dampak elektoral sekaligus edukatif yang nyata bagi kelompok muda lokal di Polewali Mandar. (*)


Tidak ada komentar