Kebakaran Hebat Hanguskan 35 Rumah di Galung Tulu, Satu Warga Meninggal Dunia

Avatar photo
Kamaruddin Kay
1 Mar 2026 03:58
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Suasana khusyuk Salat Tarawih di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu malam (28/2/2026).

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk yang mengakibatkan 35 rumah warga hangus rata dengan tanah dan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

​Peristiwa nahas ini terjadi sekira pukul 20.30 WITA. Api diduga kuat berasal dari kompor salah satu rumah warga yang lupa dipadamkan sebelum ditinggal beribadah ke masjid.

Mengingat mayoritas bangunan terbuat dari kayu, api dengan sangat cepat merambat dan melahap rumah-rumah di sekitarnya.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Chandra Sigit, mengonfirmasi bahwa musibah ini memakan korban jiwa. Seorang warga berinisial M (61) meninggal dunia diduga akibat serangan jantung setelah syok melihat kediamannya dilalap si jago merah.

​“Ada satu korban jiwa karena warga lansia ini kaget melihat rumahnya terbakar. Laporan sementara, 35 rumah rata dengan tanah dan kami masih terus melakukan pendataan,” ujar Andi Chandra melalui via daring, Minggu dini hari (1/3/2026).

Proses pemadaman berlangsung dramatis selama hampir tiga jam. Sebanyak delapan unit mobil Damkar Pemkab Polman dikerahkan, dibantu oleh dua unit armada tambahan dari Pemkab Majene yang tiba di lokasi sekira pukul 22.00 WITA.

​Kepala UPTD Damkar Polman, Imran, mengakui petugas sempat kesulitan menjangkau titik api lantaran akses jalan yang sempit.

“Akses jalan yang sempit serta kerumunan warga di lokasi menjadi kendala utama armada kami masuk. Namun, berkat kerja keras petugas dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan pukul 23.50 WITA,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara dari BPBD Polman, sebanyak 173 jiwa kini kehilangan tempat tinggal. Tim BPBD telah tiba di lokasi pada Minggu dini hari pukul 00.35 WITA untuk mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

​“Fokus utama kami saat ini adalah menyiapkan kebutuhan dasar, termasuk makan sahur bagi para warga yang terdampak,” tambah Andi Chandra.

​Hingga saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi kebakaran untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Sementara itu, total kerugian materiil akibat bencana ini masih dalam proses penghitungan oleh pihak berwenang.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x