
Dua kelompok pemuda diamankan petugas usai bentrok di Kecamatan Wonomulyo yang mengakibatkan satu korban bernama Amran tewas terkena tikaman sajam.AKARNEWS.ID, POLMAN – Keluarga korban kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) pada tanggal 27 September 2025 lalu meminta Polres Polman untuk menangkap komplotan pelaku.
Kasus penganiayaan tersebut dilakukan oleh sekelompok pemuda yang merenggut nyawa korban bernama Amran (32).
Polres Polman sebenarnya telah menetapkan Aldi Ardi (26) sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan tersebut pada Rabu (1/10/2025). Tersangka juga telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut di Mapolres Polman.
Namun, Istri korban (Amran) bernama Dahlia masih merasa terganggu lantaran komplotan pelaku hingga saat ini belum ditangkap.
“Saya merasa lega pelaku sudah ditangkap, cuman masih ada komplotan pelaku yang belum ditahan oleh polisi sehingga ini membuat perasaan saya tidak bisa tenang” kata Dahlia kepada Akarnews.id, Rabu, (29/10/2025).
Ia mengakatakan bahwa pelaku tidak hanya sendiri melainkan bersama komplotannya. Untuk itu, Dahlia meminta kepada Polres Polman untuk mendalami kasus ini pelaku menahan pelaku lainnya.
“Harapan saya pelaku harus di hukum seberat beratnya, dan juga pelaku yang lainnya agar bisa ditangkap karena tidak hanya satu orang yang terlibat, ada beberapa orang yang melakukan pembunuhan terhadap suami saya, saya mohon penyidik polres Polman agar bisa menegakkan hukum seadil adilnya” Jelasnya.
Lebih lanjut Dahlia mengungkapkan, kematian Amran masih sangat membekas bagi dirinya. “Saya sangat sedih dan merasa terpukul apalagi anak saya selalu menangis mencari bapaknya” Tutur Dahlia.
Sebelumnya, dua kelompok pemuda terlibat pertikaian saat bertemu di lokasi bermain Playstation di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Akibatnya, seorang pemuda bernama Amran (32) tewas dan tiga orang lainnya menderita luka serius akibat sabetan senjata tajam.
Insiden yang merenggut korban jiwa itu terjadi di Jl Kesadaran, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo pasa Sabtu (27/9/2025) malam.
Kasus ini berawal saat Asrul bersama tersangka Aldi Ardi, mendatangi SMA Negeri 1 Wonomulyo untuk menegur pelajar bernama Akbar. Teguran dipicu oleh tindakan Akbar yang sebelumnya menarik kerah baju adik Asrul, bernama Arham.
Kakak Akbar bernama Rahman bersama sejumlah rekannya mendatangi Asrul di tempat permainan Playstation di Jl Kesadaran, Wonomulyo pada malam hari.
Sempat terjadi adu mulut hingga saling dorong dan menimbulkan keributan.
Di tengah kericuhan itu, Amran datang setelah dipanggil. Namun, situasi semakin memanas hingga akhirnya Aldi Ardi menikam Amran dengan sebilah badik.
Amran kemudian dinyatakan meninggal dunia usai mengalami luka serius akibat penikaman.
Peristiwa ini juga menimbulkan beberapa korban lain, berdasarkan laporan kepolisian, tercatat ada lima korban luka. (*)


Tidak ada komentar