Ponpes Salafiyah Parappe Dominasi Juara di MQK Tingkat Provinsi Sulbar

Avatar photo
Kamaruddin Kay
9 Agu 2025 23:28
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat resmi ditutup hari ini, Sabtu, (9/8/2025) malam.

Berlangsung selama dua hari, ajang perlombaan yang menampilkan 18 jenis lomba dari berbagai tingkatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) se-Sulawesi Barat. Total sebanyak 70 peserta dari 10 pondok pesantren mengikuti kegiatan ini.

Peserta perwakilan dari Ponpes Salafiyah Parappe berhasil memborong juara. Dari 18 peserta yang dikirim, sebanyak 14 orang meraih juara pertama (putra dan putri) dan 4 orang lainnya menyabet juara kedua (putra dan putri).

Prestasi gemilang ini mengukuhkan Ponpes Salafiyah Parappe sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam unggulan di Sulbar.

Para pemenang juara pertama akan mewakili Sulawesi Barat di ajang Musabaqah Qiraatul Kutub Tingkat Nasional, yang rencananya akan digelar dalam waktu dekat.

Kepala Kanwil Kementrian Agama Sulbar Adnan Nota mengaku optimis bahwa perwakilan dari Provinsi Sulbar bisa berbicara banyak di kancah nasional nantinya.

“Setelah melihat secara langsung dari seluruh rangkaian kegiatan, saya optimis bahwa akan selalu ada telur yang pecah, akan selalu ada juara yang kita dapat kalau kita melihat kualitas anak-anak kita luar biasa, termasuk kategori Fiqih itu luar biasa kualitasnya” ungkapnya.

“Insyaallah santri yang kita utus nantinya pada lomba MQK tingkat nasional bahkan internasional akan bisa berkiprah dengan baik” jelasnya.

Sementara itu, Ustza Marzuqa Latif perwakilan Ponpes Salafiyah Parappe mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi santri-santrinya.

“Ini adalah hasil dari kerja keras dan doa bersama. Kami berharap mereka bisa mengharumkan nama Sulbar di tingkat nasional,” tuturnya.

Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah pejabat di Kanwil Kementrian Agama Sulbar dan pimpinan pondok pesantren Se-Sulbar.

Dengan berakhirnya MQK Sulbar tahun ini, diharapkan semangat kompetisi dalam mempelajari kitab-kitab Islam terus tumbuh di kalangan santri dan pesantren di seluruh provinsi. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x