

AKARNEWS.ID, POLMAN – Kisah haru perjuangan seorang pelajar smp di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi perhatian warga. Pasalnya setiap hari pergi ke sekolah sambil mengendon adiknya masih balita.
Siswa ini bernama Muhammad Sufri seorang pelajar yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP.
Setiap hari ke sekolah sambil mengendong adiknya masih balita sejak ibunya ditinggal merantau ke luar negeri tanpa pamit. Ia harus merawat dua adiknya yang masih kecil.
Kepergian sang ibu membuat adik bungsunya kerap menangis setiap malam. Anak balita itu masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua, sementara sang ayah harus bekerja setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi itu membuat kakak sulung terpaksa mengambil peran sebagai pengasuh utama.
Kisah ini mendapat simpati dari netizen, bahkan mulai mengirim bantuan berupa susu untuk balita dan sembako kepada keluarga Sufri.
Saat ditemui, Sufri mengatakan awalnya ia berniat berhenti sekolah untuk merawat adiknya. Namun berkat dukungan guru dan teman-temannya ia memutuskan tetap melanjutkan pendidikan.
“Beberapa hari saya tidak ke sekolah, lalu guru datang ke rumah dan saya mengatakan tidak pergi sekolah karena untuk jaga adek. Tapi guru bilang bawa saja ke sekolah ndak apa-apa ji” ucapnya.
Setiap hari ia berangkat ke sekolah sambil menggendong adiknya membawa tas sekolah dan perlengkapan susu di tangan yang lain.
Di sekolah, ia berusaha mengikuti pelajaran meski sesekali harus menenangkan adiknya yang rewel. Teman-teman sekelas dan guru dengan sigap membantu secara bergiliran menjaga dan menghibur si kecil sehingga proses belajar tetap dapat berjalan.
Kisah ini mendapat perhatian dan simpati warga desa, banyak yang berharap ada dukungan dari pemerintah setempat agar beban keluarga tersebut bisa lebih ringan sehingga sang kakak dapat bersekolah dengan tenang dan masa depan kedua anak itu tetap terjaga.
Dari viralnya kisah Sufri ini di media sosial, membuat sang ibu kembali ke rumah bersama anak-anaknya dan membatalkan niatnya untuk merantau.
Informasi yang dihimpun, sang ibu nekat merantau dan meninggalkan sanak keluarganya karena himpitan ekonomi. Sekarang sang ibu sudah berada di rumah dan merawat anak-anaknya. (*)


Tidak ada komentar