Antisipasi Serangan Hama Tikus, Bidang Tanaman Pangan Polman Laksanakan Gerdal di Kecamatan Polewali

Avatar photo
Kamaruddin Kay
5 Jan 2026 18:09
2 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) bergerak cepat merespons keluhan petani terkait ancaman hama tikus. Melalui Bidang Tanaman Pangan, dilakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus yang dipusatkan di hamparan sawah Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, pada Senin (5/1/2026).

​Kegiatan ini melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), penyuluh pertanian, serta puluhan anggota kelompok tani kiri 2, Kelurahan Darma.

Langkah proaktif ini diambil setelah petani melaporkan adanya temuan lubang aktif dan jejak serangan tikus di area persawahan yang saat ini memasuki fase pertumbuhan krusial.

​Padi di wilayah Kelurahan Darma rata-rata saat ini berada pada usia 38 Hari Setelah Tanam (HST). Fase ini dinilai sangat rawan, karena kerusakan pada batang padi akibat gigitan tikus dapat secara signifikan menurunkan produktivitas bahkan memicu gagal panen jika tidak segera ditangani secara kolektif.

​Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Polman, Muhammad Yunus, yang turun langsung memantau jalannya gerdal, menekankan pentingnya kekompakan para petani dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah tersebut.

​”Kami menerima laporan bahwa di usia padi 38 HST ini, petani mulai menemukan tanda-tanda serangan hama tikus. Oleh karena itu, hari ini kita lakukan gerakan bersama. Pengendalian hama tikus tidak bisa dilakukan secara individu atau sendiri-sendiri, karena mobilitas tikus sangat tinggi. Harus serentak agar hasilnya efektif,” ujar Muhammad Yunus.

​Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal masa tanam ini hingga panen tiba.

​”Tujuan utama kami adalah memastikan produksi padi di Kecamatan Polewali tetap stabil. Kami mengimbau petani untuk terus rutin melakukan pengamatan (sanitasi) lahan dan segera melapor jika populasi hama meningkat, agar bisa kita intervensi lebih awal sebelum mencapai ambang ekonomi yang merugikan,” pungkasnya.

​Dalam aksi tersebut, petugas dan petani menggunakan metode​ Pengemposan (Fumigasi) yang menyasar lubang-lubang aktif di pematang sawah.

​Dengan adanya gerdal ini, diharapkan serangan hama tikus dapat ditekan dan para petani di Kelurahan Darma dapat melangsungkan masa tanam dengan aman hingga musim panen nanti.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x