AKARNEWS.ID, POLMAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat bersama DPRD Sulbar bergerak cepat meninjau lokasi kebakaran hebat di Desa Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Minggu (1/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan bagi puluhan warga terdampak berjalan tepat sasaran dan tanpa hambatan.
Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Syamsul Samad, hadir langsung di lokasi didampingi jajaran Dinas Sosial dan BPBD Sulawesi Barat. Kehadiran mereka difokuskan pada pemantauan posko darurat dan kondisi psikologis warga yang kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam tersebut menghanguskan sedikitnya 29 rumah warga. Berdasarkan laporan awal pemerintah kecamatan, api diduga dipicu oleh aktivitas memasak di salah satu rumah warga.
“Saya baru tiba hari ini dari Makassar. Begitu mendapat kabar musibah ini, saya langsung kembali untuk memastikan kehadiran pemerintah provinsi benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Syamsul Samad saat ditemui di lokasi bencana.
Prioritas Dapur Umum di Bulan Ramadan
Mengingat musibah terjadi di tengah bulan suci Ramadan, Syamsul menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan pangan. Atas arahan Gubernur Sulbar, BPBD dan Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum sejak subuh hari.
“Paling tidak dapur umum dulu yang kita prioritaskan untuk melayani kebutuhan sahur dan berbuka puasa warga terdampak. Dalam kondisi sulit seperti ini, mereka tentu tidak mungkin lagi memikirkan urusan dapur sendiri,” jelasnya.
Selain bantuan logistik mendesak, Pemprov Sulbar juga meminta pemerintah desa dan kecamatan segera merampungkan validasi data korban. Data yang akurat diperlukan untuk menyusun rencana bantuan jangka panjang, terutama terkait perbaikan atau pembangunan kembali 29 rumah yang rata dengan tanah.
Syamsul menekankan bahwa mayoritas korban merupakan kalangan kurang mampu, sehingga diperlukan intervensi anggaran yang terintegrasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi.
Di sisi lain, DPRD Sulbar mengapresiasi tingginya rasa solidaritas masyarakat dan organisasi yang bahu-membahu menyalurkan bantuan sejak malam kejadian. Namun, Syamsul tetap mengingatkan warga untuk memetik pelajaran dari tragedi ini.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dalam memastikan kondisi kompor atau sumber api sebelum meninggalkan rumah. Koordinasi antarwarga juga sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” pungkasnya.
Pemprov Sulbar berkomitmen untuk terus mengawal proses pemulihan hingga situasi di Galung Tuluk kembali kondusif dan warga mendapatkan hunian yang layak.
Tidak ada komentar