AKARNEWS.ID, MAMUJU – Berita yang menyebutkan adanya kesepakatan bahwa Kongres Pemilihan PSSI Sulawesi Barat akan digelar di Pasangkayu adalah tidak benar.
Bayu Aditya, selaku anggota Exco yang hadir dalam rapat Zoom pada Sabtu, 29 November, menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apa pun dalam rapat tersebut. Pertemuan itu hanya sebatas penyampaian informasi dan persiapan awal terkait pelaksanaan Kongres.
Terkait penentuan tempat Kongres, Statuta PSSI tidak memberikan kewenangan kepada Ketua Asprov untuk menetapkan lokasi.
“Pasal 27 Statuta PSSI menegaskan bahwa penentuan tempat Kongres diputuskan oleh peserta Kongres melalui mekanisme suara 50% + 1. Karena itu, tidak benar apabila ada anggapan bahwa Ketua Asprov dapat menentukan lokasi Kongres secara sepihak” Ujarnya.
Selain itu, pelaksanaan Kongres Biasa di Pasangkayu juga dinilai cacat prosedural, karena tidak ada kesepakatan forum mengenai penentuan lokasi, dan tidak ada berita acara resmi yang dibuat.
“Jika kemudian muncul dokumen atau berita acara yang mengatasnamakan keputusan forum, maka hal tersebut tidak sah, sebab tidak pernah dibahas, disaksikan, ataupun ditandatangani oleh peserta rapat” Jelasnya.
“Sebagai anggota Exco Asprov PSSI Sulbar, saya menolak setiap narasi yang menyatakan adanya kesepakatan bahwa Kongres Pemilihan akan dilaksanakan di Pasangkayu. Hingga saat ini, kami masih menunggu keputusan resmi PSSI, dengan harapan agar Kongres ditempatkan di Mamuju, sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat” lanjutnya.
Dari sisi aksesibilitas, Mamuju merupakan wilayah yang paling strategis dan mudah dijangkau oleh seluruh peserta Kongres.
Dua kali Kongres sebelumnya telah dilaksanakan di Pasangkayu, sehingga tidak logis apabila Kongres kembali ditempatkan di kabupaten yang berada di ujung barat provinsi tersebut.
“Kami meyakini PSSI Pusat akan mempertimbangkan hal ini dan menetapkan Mamuju sebagai lokasi yang paling tepat untuk pelaksanaan Kongres mendatang” Pungkasnya.
Tidak ada komentar