Belasan Siswa Diduga Keracunan Susu Menu MBG, BGN Hentikan Operasional SPPG Binuang Paku 

Avatar photo
Kamaruddin Kay
15 Feb 2026 09:59
SULBAR 0
3 menit membaca

AKARNEWS.ID, POLMAN – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Yayasan Pengkajian, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Binuang Paku, Sulawesi Barat.

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan dugaan Kejadian Menonjol (KM) gangguan pencernaan yang dialami sejumlah siswa sekolah dasar.

​Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi nomor 439/D.TWS/02/2026 yang ditandatangani oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, atas nama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional pada Sabtu, (14/2/2026).

Berdasarkan dokumen tersebut, insiden bermula saat belasan siswa di SDN 10 Paku mengeluhkan gejala mual-mual dan sakit perut.

Keluhan ini muncul setelah para siswa mengonsumsi susu dan bubur kacang ijo pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh SPPG setempat.

​”Pertimbangan Pimpinan BGN terkait terjadinya Kejadian Menonjol (KM) ditemukan beberapa siswa SDN 10 Paku mengeluhkan mual-mual dan sakit perut setelah mengonsumsi susu vla pada menu MBG,” bunyi poin pertimbangan dalam surat tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, Badan Gizi Nasional bersama Koordinator Regional Provinsi Sulawesi Barat telah melakukan investigasi singkat di lapangan. Sebagai tindak lanjut, pihak berwenang kini tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM.

​Selama proses investigasi berlangsung, seluruh aktivitas operasional di SPPG Polewali Mandar Binuang Paku dinyatakan berhenti total hingga batas waktu yang belum ditentukan.

​”Dalam rangka investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, untuk sementara SPPG Polewali Mandar Binuang Paku dihentikan operasionalnya sampai mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM,” tegas kutipan surat tersebut.

Langkah pemberhentian sementara ini disebut telah sesuai dengan ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

​Pihak Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa keamanan pangan adalah prioritas utama dalam program Makan Bergizi Gratis. Saat ini, surat tembusan telah disampaikan kepada Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk pengawasan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, berujung duka setelah 15 siswa terpaksa dilarikan ke Puskesmas akibat diduga keracunan, Sabtu (14/2/2026).

Para pelajar tersebut mengeluhkan gejala serupa, yakni mual, pusing, hingga lemas sesaat setelah menyantap menu yang disajikan pihak sekolah.

​Pihak Puskesmas Binuang menduga kuat bahwa komponen susu dalam paket makanan tersebut menjadi penyebab utama. Pasalnya, ditemukan adanya kejanggalan pada aroma susu serta prosedur penyajian yang mencampur bahan dalam keadaan panas ke dalam wadah tertutup.

“Total yang masuk ke Puskesmas kami ada 15 orang, 5 orang masih di opname sementara 10 orang lainnya sudah dilakukan penanganan dan Alhamdulillah sudah pulang karena kondisinya sudah mulai membaik,” kata kepala Puskesmas Binuang, Abdul Aziz, kepada wartawan.

Menurutnya, siswa dari SDN 010 Paku ini dirawat di Puskesmas dengan keluhan yang sama mulai dari Pusing, Mual bahkan lemas setelah makan MBG.

“Yang kami curigai ini plannya, karena ada susu dalam keadaan terbuka yang dihidangkan dengan makanan lain yang ada didalam ompreng,” ujarnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x