Hadiri Tradisi ‘Missulekka’ di Ugi Baru, Bupati Polman Minta Penyuluh dan Petani Makin Kompak

Avatar photo
Kamaruddin Kay
7 Mei 2026 19:10
2 menit membaca

POLMAN, AKARNEWS.ID – Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, menghadiri sekaligus memberikan apresiasi tinggi pada kegiatan Tudang Sipulung yang dirangkaikan dengan panen perdana di Desa Ugi Baru, Kecamatan Mapilli, Kamis (7/5).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

​Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Aji Assul ini menegaskan bahwa Tudang Sipulung—atau dalam bahasa Mandar disebut Missulekka—bukan sekadar seremonial. Tradisi musyawarah ini merupakan fondasi penting bagi petani untuk membangun kesepahaman sebelum memasuki musim tanam.

​”Pemerintah daerah akan terus mendukung seluruh kebutuhan petani. Bagaimana kita meningkatkan hasil pertanian dan melakukan pengendalian hama agar produksi tetap terjaga, itu menjadi perhatian bersama,” ujar Samsul Mahmud.

​Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, penyuluh lapangan, dan petani sangat krusial. Terlebih, pemerintah pusat saat ini menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

​Berdasarkan data teknis, Desa Ugi Baru memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Dengan luas sawah irigasi teknis mencapai 336 hektare dan Indeks Pertanaman (IP) 250 (2,5 kali panen setahun), desa ini mampu menghasilkan rata-rata 7 ton gabah per hektare.

​Total produksi tahunan di desa ini diperkirakan mencapai 5.880 ton gabah kering panen. Dengan asumsi harga Rp7,3 juta per ton, perputaran uang atau omzet dari sektor pertanian di Desa Ugi Baru saja mampu menyentuh angka Rp44,1 miliar per tahun.

​”Kalau produksi meningkat, maka pendapatan masyarakat juga akan meningkat. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong demi kemajuan pertanian kita,” tambahnya.

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut juga diwarnai dengan tradisi Madduppa Bua Ase, yakni ritual adat menyambut hasil panen padi sebagai bentuk rasa syukur atas kelimpahan rezeki yang diberikan Tuhan kepada masyarakat tani. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x